Laporan Akhir Modul 4



1. Jurnal [Kembali]

1. RC Seri

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

 

6,19 V


0,24 mA

0,00024 A

 1,51 V

 

375,9270 ohm

Xb = 100 ohm

 1,512 V

Xc = 10 uF

5,31 V


2. RLC Seri

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

 

6,19 V

 

0,45 mA

0,00045 A

 1,611 V

 

327,0610053 ohm

Xb = 22 mH

0,042 V

Xc = 10 uF

 5,92 V

 3.RLC Paralel   

Beban

V

terukur

I

terukur (total)

 

I1

 

I2

 

I3

V pada beban

 

Impedansi

Xa = 100 ohm


1,9 V


0,22 mA

0,00022 A


0,23 mA

0,00023 A

 


1,619 V


 7
,0472 ohm


Xb =
22 mH


1,9 V


0,22 mA

0,00022 A


0
,27 mA

0,00027 A

  


0,949 V

   
  7,0472 ohm


Xc = 10
uF

 
1,9 V


0
,22 mA

0,00022 A

 


 0
,01 mA

0,00001 A

 
1,450 V

   
  7,0472 ohm





2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. RC Seri

    a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.2



   b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

  • Xa = 100 ohm
  • Xb = 100 ohm
  • Xc = 10 uF

    c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

    d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan

    e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

    f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

    g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

    h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RC

2. RLC Seri

    a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.4


 b. Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

  • Xa = 100 ohm
  • Xb = L2 = 22 mH
  • Xc = 10 uF

    c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

    d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan

    e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

    f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

    g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

    h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menngunakan rumus impedansi rangkaian RLC seri

3. RLC Paralel

    a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.5



b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

  • Xa = 100 ohm
  • Xb = 22 mH
  • Xc = 10 uF

    c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

    d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan

    e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

    f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

    g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

    h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RLC paralel


3. Video Percobaan [Kembali]




4. Analisa[Kembali]

1. Analisa pengaruh R,L, dan C terhadap sudut fasa!

    Jawab:

    Sudut fasa adalah ukuran sejauh mana arus mendahului atau tertinggal dari tegangan. Dalam rangkaian RLC seri, sudut antara Z dan R sama seperti sudut fasa antara V dan I, Sehingga R bersifat tidak menyebabkan pergeseran fasa. Pada suatu rangkaian yang memiliki nilai induktansi lebih besar daripada nilai kapasitansi, maka rangkaian bersifat induktif. Rangkaian induktif menyebabkan arus tertinggal terhadap tegangan. Pada suatu rangkaian yang memiliki nilai kapasitansi lebih besar daripada nilai induktansi, maka rangkaian bersifat kapasitif. Rangkaian kapasitif menyebabkan arus mendahului tegangan. Sehingga nilai dari resistansi, induktansi, dan kapasitansi menentukan sudut fasanya.

2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC seri

    Jawab:

    Pada sebuah rangkaian RC seri, impedansi dapat dihitung dengan rumus:


    Dimana R adalah nilai resistansi dan XC nilai kapasitansi dengan persamaan:

    Berdasarkan Persamaan tersebut, nilai kapasitansi mempengaruhi besar impedansi pada rangkaian. Jika nilai kapasitansinya besar, maka impedansinya kecil, begitu juga sebaliknya.

3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC seri

    Jawab:

    Dalam rangkaian RLC seri, ketiga komponen disusun berurutan sehingga akan memiliki arus yang sama. Reaktansi akan menghambat arus tanpa mengubah fasa. Untuk induktansi akan menyimpan energi magnet, yang menyebabkan arus tertinggal. Untuk kapasitansi akan menyimpan medan listrik, menyebabkan arus mendahului tegangan. Impedansi total pada rangkaian RLC Seri dapat dihitung dengan rumus:

Jika nilai XL = XC, maka impedansi rangkaian akan mencapai nilai minimum yaitu sama dengan harga R. Sedangkan arus akan mencapai nilai maksimum.

4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Paralel

    Jawab:

    Pada rangkaian RLC Paralel, masing masing komponen memiliki tegangan yang sama. Karena nilai tegangan sama, maka impedansi dapat dihitung dengan rumus:


    Pada frekuensi rendah, nilai impedansi akan mencapai nilai terkecil dan arus menjadi besar. Ketika frekuensi bertambah impedansi akan bertambah., sedangkan arus akan mengecil. Tepat pada frekuensi resonansi, impedansi akan maksimum (sebesar R) dan arus akan minimum.

5. Download File[Kembali]

Download LA Tulis Tangan klik di sini


Komentar