Laporan Akhir Modul 3



1. Jurnal [Kembali]

1. Hukum Ohm

R terbaca

V

I

V terhitung

I terhitung

560 (554)

4,97 V

8,14 mA

4,50956 V

0,008971 A

1000 (976)

4,97 V

4,26 mA

4,15776 V

0,005092 A

1200 (1173)

4,97 V

3,61 mA

4,23453 V

0,004236 A



 

V Toleransi (%)

I Toleransi (%)

10,2103 %

9,2631 %

19,5355 %

16,3393 %

17,3683 %

14,7780 %

 

2. Teorema Mesh

Resistor

Resistansi

Tegangan

Terukur(V)

Arus Terukur

Arus Mesh (Perhitungan)

Terbaca 

Terukur

Ra

1000 Ω

976 ohm2,948 V0,003 A

IRa

0,0028941 A

Rb

1000 Ω

731 ohm0,804 V0,00004 A

IRb

0,0007893 A

Rc

1000 Ω

621 ohm0,262 V0,02 mA

IRc

0,0002631 A

Rd

1000 Ω

710 ohm2,122 V0,16 mA

IRd = I1-I2

0,0021048 A

Re

1000 Ω

532 ohm0,533 V0,02 mA

IRe = I2-I3

0,0005262 A

Rf

1000 Ω

620 ohm0,268 V0,02 mA

IRf

0,0002631 A

Rg

1000 Ω

708 ohm0,861 V0,04 mA

IRg

0,0007893 A

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Hukum Ohm

  • Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah

  • Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
  • Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan
2. Teorema Mesh
  • Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah

  • Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
  • Ukur tegangan dan arus memakai Voltmeter dan Amperemeter dan catat pada jurnal percobaan

3. Video Percobaan [Kembali]

1. Hukum Ohm




2. Teorema Mesh



4. Analisa[Kembali]

- Hukum Ohm

1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan    

    Jawab:

R Terbaca

R Terhitug

Selisih

554 ohm

610,5651 ohm

56,5651 ohm

976 ohm

1.166,6667 ohm

190,6667 ohm

1173 ohm

1.376,7313 ohm

203,7313 ohm

    Berdasarkan data hasil percobaan terdapat perbedaan pada nilai R terbaca dan nilai R perhitungan. Secara teoritis seharusnya nilai resistansi perhitungan mendekati nilai resistansi terbaca, tetapi terdapat selisih. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesalahan membaca alat ukur, nilai toleransi resistor, dan hambatan dalam pada alat ukur.

2. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan Hukum Ohm?

    Jawab:

    Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan. Pertama, kesalahan sistematis yang berasal dari kalibrasi alat ukur dan adanya hambatan dalam alat ukur sehingga menyebabkan hasil ukur berbeda dari nilai sebenarnya. Kedua, kesalahan manusia seperti kurang teliti dalam membaca skala alat ukur sehingga hasil pembacaan tidak sesuai.

3. Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus? Apakah sesuai dengan teori Hukum Ohm?

    Jawab:

    Dari data hasil percobaan, jika nilai resistansi diperbesar dengan nilai tegangan tetap maka arus akan semakin kecil. Hal ini sesuai dengan teori Hukum Ohm (I = V/R). Semakin besar nilai resistansi maka arus akan semakin kecil, sebagaimana hukum Ohm yang menyatakan bahwa nilai arus berbanding terbalik dengan resistansi.


- Mesh

1. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukuran. Apakah terdapat perbedaan?

    Jawab:

 

Arus Terukur

Arus Perhitungan

IRa

0,003 A

0,0028941 A

IRb

0,00004 A

0,0007893 A

IRc

0,00002 A

0,0002631 A

IRd

0,00016 A

0,0021048 A

IRe

0,00002 A

0,0005262 A

IRf

0,00002 A

0,0002631 A

IRg

0,00004 A

0,0007893 A


    Dari data hasil percobaan, selisih antara arus terukur dengan arus perhitungan ada yang tidak jauh berbeda ada yang jauh berbeda.Perbedaan ini bisa jadi disebabkan oleh kesalahan pembacaan ataupun kesalahan pengukuran, serta adanya faktor eksternal yang memengaruhi nilai resistansi.

2. Apa keuntungan menggunakan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian kompleks?

    Jawab:
  1. Jumlah persamaan lebih sedikit : Jumlah variabel yang harus diselesaikan sering kali lebih kecil dibanding metode nodal pada rangkaian dengan banyak komponen seri.
  2. Tidak ribet menentukan arah arus : Pada metode mesh arah arus biasanya konsisten tiap loop (misalnya: searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam)
  3. Mudah untuk sumber tegangan : Sumber tegangan dapat langsung masuk ke persamaan KVL tanpa perlu konversi tambahan.

3. Mengapa pada resistor yang berada di antara dua mesh, arusnya merupakan selisih dua arus mesh
    Jawab:

    Arus pada resistor yang letaknya diantara dua loop mesh merupakan selisih dari dua arus mesh tersebut terjadi karena adanya perbedaan arah aliran arus imajiner yang lewat pada cabang tersebut. Dalam analisis mesh setiap loop diasumsikan memiliki arah arus searah jarum jam. Akibatnya, resistor yang terletak di tengah mesh mendapat pengaruh dari 2 loop yang mengapitnya. Arus 1 nantinya mengalir ke bawah, sementara loop arus 2 akan mengarah ke atas atau berlawanan. Oleh karena itu, arus pada resistor tersebut merupakan resultan dari kedua arus mesh agar memenuhi hukum KVL yang digunakan pada analisa mesh.

5. Download File[Kembali]

Download LA Tulis Tangan klik di sini


Komentar